Soroti Profil Lulusan, Magister HES UMS Siapkan Pemutakhiran Kurikulum
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan Persiapan Pemutakhiran Kurikulum Mayor pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut membahas evaluasi kurikulum yang sedang berjalan serta arah pembaruannya.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan FAI UMS, Alfiyatul Azizah, Lc., M.Ud. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya penyusunan kurikulum karena berkaitan dengan arah pendidikan, mutu pembelajaran, dan kompetensi lulusan. Pembaruan kurikulum menjadi bagian dari upaya memastikan pendidikan yang diselenggarakan tetap relevan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum juga menjadi landasan dalam menyelaraskan profil lulusan, capaian pembelajaran, susunan mata kuliah, serta proses penilaian. Karena itu, penyusunannya membutuhkan keterlibatan dosen dan masukan dari pemangku kepentingan agar arah pengembangan program studi dapat dirumuskan secara menyeluruh.
"Pemutakhiran kurikulum merupakan cetak biru krusial yang menentukan arah pendidikan, mutu pembelajaran, dan kompetensi lulusan agar tetap relevan dengan perkembangan keilmuan serta kebutuhan masyarakat. Ia berharap proses penyusunan kurikulum baru ini berjalan secara partisipatif melalui keterlibatan aktif dosen serta masukan dari pemangku kepentingan dan dunia industri," tegas Alfiyatul.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H., mengenai kurikulum Magister HES yang sedang diterapkan. Ia menjelaskan bahwa kurikulum tersebut disusun pada 2023 dan masa berlakunya akan berakhir pada 2027. Oleh sebab itu, persiapan pembaruan perlu dilakukan sejak dini melalui evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum dan identifikasi kebutuhan pengembangan. Dalam sesi diskusi, dosen HES UMS, Dr. Imron Rosyadi, memberikan masukan mengenai perlunya peninjauan kembali rumusan profil lulusan. Ia menyoroti penggunaan istilah “lulusan” dan “alumni” dalam rumusan tersebut sebagai bagian yang perlu dicermati dalam proses penyempurnaan dokumen kurikulum.
Sementara itu, Afief El Ashfahany, S.E., M.Sc., menekankan pentingnya integrasi kurikulum dengan dunia industri. Masukan ini menjadi perhatian dalam pembahasan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada bidang hukum ekonomi syariah yang terus berkembang. Kegiatan tersebut turut menghadirkan Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran pada Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (LPPIP) UMS. Dalam paparannya, ia mengarahkan program studi untuk mempelajari Panduan Kurikulum UMS 2026 dan menggunakan templat yang tersedia pada sistem MyKurikulum UMS.
Ia juga menjelaskan tahapan penyelesaian dokumen kurikulum, mulai dari persetujuan pimpinan fakultas, penelaahan oleh reviewer internal dan eksternal, hingga revisi berdasarkan hasil penelaahan. Dokumen yang telah diperbaiki selanjutnya memasuki tahap simulasi bersama Direktorat Administrasi Akademik (DAA) sebelum direkomendasikan untuk disahkan. Forum koordinasi ini menjadi langkah awal bagi Magister HES UMS dalam menyiapkan pemutakhiran kurikulum secara terencana. Masukan yang disampaikan menjadi bahan untuk menyempurnakan rumusan profil lulusan, memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan dunia industri, serta menyiapkan dokumen kurikulum sesuai panduan universitas.