Menapaki Satu Abad, Majelis Tarjih Semakin Mencerahkan Kehidupan Umat

Dok Istimewa
Dok Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Kiprah alumni Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam pengembangan pemikiran Islam kembali menunjukkan kontribusi nyata di tingkat nasional. Salah satunya ditunjukkan oleh Ustadz Nurul Hakim Zanky, Lc., M.H., alumni MHES UMS tahun 2022 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Trensains Sragen.

Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah ke-33 pada tanggal 5-7 November 2026 di Surabaya yang mengusung momentum satu abad Majelis Tarjih Muhammadiyah, Nurul Hakim menyampaikan harapan dan pandangannya mengenai peran strategis Majelis Tarjih dalam menjawab tantangan keislaman kontemporer.

Menurutnya, perjalanan satu abad Majelis Tarjih Muhammadiyah merupakan bukti pentingnya institusi tarjih dalam membimbing kehidupan keagamaan warga persyarikatan dan umat Islam di Indonesia. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penetapan hukum Islam, tetapi juga pengembangan pemikiran keislaman yang responsif terhadap perubahan zaman.

“Sebagai alumni MHES, untuk Munas Tarjih ke-33: Satu Abad Majelis Tarjih Muhammadiyah di Surabaya, saya ingin menyampaikan harapan terbaik untuk agenda bersejarah ini. Menapaki usia satu abad, Majelis Tarjih telah menjadi pilar penting yang memandu arah keagamaan warga persyarikatan dan umat Islam di Indonesia,” ungkap Nurul Hakim, Selasa (3/11).

Ia berharap Munas Tarjih ke-33 tidak sekadar menjadi forum konsolidasi pemikiran keislaman, tetapi juga menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, dinamika sosial, perkembangan teknologi, dan persoalan kemanusiaan menuntut hadirnya panduan fikih yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga kontekstual dalam penerapannya.

“Munas Tarjih ke-33 ini tidak hanya menjadi ruang konsolidasi pemikiran keislaman, tetapi juga mampu melahirkan fatwa dan panduan fikih kontemporer yang membumi, adaptif terhadap kemajuan teknologi, serta peka terhadap isu-isu kemanusiaan saat ini,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia berharap momentum satu abad Majelis Tarjih menjadi pijakan untuk memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam berkemajuan. Keputusan-keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan arah bagi kehidupan umat sekaligus menawarkan solusi atas berbagai persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat.

“Semoga Kota Surabaya menjadi saksi lahirnya keputusan-keputusan besar yang menguatkan dakwah Islam berkemajuan. Selamat atas terselenggaranya Munas Tarjih ke-33, sukses dan mencerahkan!” tuturnya.

Kontribusi dan perhatian Nurul Hakim terhadap agenda tarjih nasional menjadi salah satu gambaran kiprah alumni MHES UMS dalam ruang dakwah, pendidikan, dan pengembangan pemikiran Islam. Latar belakang keilmuan hukum ekonomi syariah memberikan landasan akademik untuk memahami persoalan hukum Islam secara sistematis, terutama dalam merespons perkembangan masyarakat kontemporer.

Sebagai alumni MHES UMS tahun 2022 yang kini memimpin SMA Trensains Sragen, Nurul Hakim merepresentasikan kesinambungan antara penguatan kapasitas akademik, kepemimpinan pendidikan, dan perhatian terhadap dinamika pemikiran keislaman di lingkungan Muhammadiyah.

Munas Tarjih Muhammadiyah ke-33 dengan momentum satu abad Majelis Tarjih diharapkan semakin memperkuat tradisi ijtihad kolektif, memperluas kontribusi keilmuan, dan meneguhkan peran Muhammadiyah dalam menghadirkan panduan keagamaan yang mencerahkan serta relevan bagi kehidupan umat.(Arsyad)