Menjadi Obor bagi Mahasiswa yang Sedang Bertumbuh

Suara Muhammadiyah

21 September 2026

136
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Oleh: Sucipto, PhD, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UAD, Ketua APSPBI PTMA

Setiap kali tahun ajaran baru dimulai, ada getaran khas yang saya rasakan saat memasuki gerbang kampus. Barangkali rekan sesama dosen juga merasakan hal serupa. Wajah-wajah baru berseliweran, mata mereka penuh rasa ingin tahu. Ada yang percaya diri, ada juga yang masih canggung mencari gedung, kelas, bahkan teman.

Mereka membawa banyak hal dari rumah: harapan, kecemasan, impian, dan cerita yang mungkin tidak pernah kita ketahui. Di tengah kesibukan menyusun RPS dan urusan administrasi, saya kira kita perlu berhenti sejenak untuk merenungkan seperti apa kehadiran kita bagi mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kampus.

Bagi mahasiswa baru, ini bukan sekadar berpindah ke lingkungan akademik baru, melainkan fase kehidupan yang ikut membentuk cara mereka memandang ilmu, pekerjaan, dan diri sendiri. Di kampus kita, mereka akan belajar menulis, meneliti, dan menguasai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Semua itu penting, tapi soal karakter tidak kalah pentingnya. Kompetensi memberi kemampuan untuk melakukan sesuatu dan karakter yang menentukan untuk apa kemampuan itu dipakai.

Herb Kelleher, pendiri Southwest Airlines, pernah mengatakan hal serupa: "You don't hire for skills, you hire for attitude. You can always teach skills." Keterampilan membuka pintu kesempatan, tapi sikap dan karakterlah yang menentukan apa yang dilakukan seseorang begitu pintu itu terbuka. Di sinilah kampus kita punya peran untuk menjadi tempat ilmu dan karakter tumbuh bersamaan.

Keragaman mahasiswa selalu mengingatkan kita bahwa mereka datang dengan cerita yang tidak sama: ada yang tumbuh dalam keluarga yang sangat mendukung pendidikan, ada yang harus berjuang lebih keras secara ekonomi, ada pula yang sejak hari pertama sudah harus mengejar ketertinggalan dan beragam kisah lainnya. Karena itu saya belajar berhati-hati sebelum buru-buru menempelkan label entah itu pintar, lambat, unggul, bermasalah dan sebagianya. Di balik setiap label itu selalu ada manusia yang sedang bertumbuh, dengan ritmenya sendiri.

Mahasiswa yang kita terima hari ini kelak mengisi berbagai ruang kehidupan dengan berbagai profesi dan peran dalam masyarakat. Karena itu pertanyaannya bukan cuma soal kompetensi apa yang harus dimiliki lulusan, tapi juga manusia seperti apa yang ingin kita lahirkan. Kita berharap mereka menjadi kader umat yang menghadirkan kemaslahatan, kader bangsa yang bertanggung jawab, dan kader persyarikatan yang siap melanjutkan cita-cita Muhammadiyah.

Ini bukan berarti dengan membangun ruang pendidikan yang eksklusif, melainkan yang memungkinkan mereka berkontribusi di tengah masyarakat majemuk, membawa nilai Islam yang mencerahkan namun tetap menghargai perbedaan. Tidak semua dari mereka perlu kelak menjadi orang Muhammadiyah secara organisasi, dan itu tidak apa-apa. Yang lebih penting, biarkan mereka membawa pulang nilai-nilai baik dari Muhammadiyah sebagai bekal yang berdampak positif bagi diri sendiri dan sekitarnya.

Ada satu hal yang terus perlu diingat-ingat setiap kali menyambut mahasiswa baru: setiap dari mereka yang memilih PTMA sesungguhnya sedang menitipkan sesuatu yang besar kepada kita, sebuah amanah. Orang tua melepas anaknya, mahasiswa mempertaruhkan masa depannya, dengan keyakinan bahwa kampus kita akan menjaga dan menumbuhkan mereka dengan baik. Amanah seperti itu tidak pantas dijalankan seadanya; ia mesti ditunaikan sebaik-baiknya, dengan penuh profesionalitas.

Maka pada awal tahun akademik ini, mari sambut mahasiswa baru bukan hanya dengan jadwal kuliah dan orientasi kampus, melainkan dengan kehadiran yang sesungguhnya: ruang untuk tumbuh, kesempatan untuk belajar, dan pendampingan saat mereka terjatuh. Tunjukkan lewat perilaku kita sendiri bahwa ilmu bisa berjalan beriringan dengan akhlak. Bertahun-tahun setelah meninggalkan kampus, boleh jadi mereka tak lagi ingat materi yang kita ajarkan namun saya percaya, cara kita memperlakukan mereka akan terus mereka bawa.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Rakyat Melayani, Pemimpin Menikmati Oleh: Ahsan Jamet Hamidi. Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah L....

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

Wawasan

KKN di Perguruan Tinggi Muhammadiyah: Kampus Berdampak untuk Umat Berkemajuan Oleh: Dr. Ijang Faisa....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Wawasan

 Solusi Islami dalam Pengelolaan Emosi: Antara Umar dan Abu Bakar  Oleh: Mohammad Fakhrud....

Suara Muhammadiyah

18 March 2024

Wawasan

Anak Saleh (16) Oleh: Mohammad Fakhrudin "Anak saleh bukan barang instan. Dia diperoleh melalui pr....

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

Wawasan

Puasa Menuntun Hawa Nafsu Manusia Oleh: Rumini Zulfikar (Gus Zul), Penasehat PRM Troketon "Maka pe....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah