Ngaji Asyik di Atas Awan, Road to 114 Tahun Muhammadiyah

Dok Istimewa
Dok Istimewa

CILACAP, Suara Muhammadiyah – Ratusan jamaah menghadiri acara pengajian rutin bulanan Muhammadiyah Cabang Wanareja yang diselenggarakan di halaman Masjid Al Barokah, Dusun Sindangheula, Desa Malabar, Wanareja, pada Ahad (1/11/2026).

Sindangheula adalah dusun tertinggi di Desa Malabar. Jarak dari Kecamatan Wanareja (Cilacap) ke Sindangheula (Malabar, Kecamatan Wanareja, Cilacap) sekitar 12 km dengan kondisi jalan mulai dari Wanareja sampai Sindangheula naik ekstrem, memakan waktu tempuh normal berkendara kurang lebih 30 menit.

Pengajian bulanan dari ranting ke ranting adalah model dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wanareja yang diselenggarakan secara bergiliran oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di bawah koordinasi Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wanareja.

Pengajian bulanan menyongsong 114 tahun Muhammadiyah dengan tema “Bersama Satukan Bangsa” ini dibersamai dengan kegiatan sosial nikah massal gratis, khitan massal gratis, cek kesehatan gratis, dan bazar UMKM Aisyiyah.

Hadir pada acara pengajian Rom Muchdlori, Camat Wanareja; Salim, Kepala Desa Malabar; Kepala Dusun Sindangheula; Ketua Anak Ranting NU dan Muslimat; sesepuh dan tokoh masyarakat Desa Malabar.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Malabar, Ruswanto, menyampaikan terima kasih kepada segenap donatur infak dan sedekah yang ikut mendorong kegiatan ini, dari khitan massal gratis, nikah massal gratis, dan pelaksanaan pengajian yang menjadi pesimisme, rasa khawatir karena sudah mulai masuk musim penghujan, apakah ada yang hadir ikut pengajian di puncak gunung ini.

Kekhawatiran terbayarkan dengan kursi yang disediakan 500 kurang dan kami menambahi 150 kursi lagi, belum dalam masjid penuh, ruang PAUD penuh, harapannya bisa mengusung pengajian bulanan di gunung ini terlaksana. "Alhamdulillah, terima kasih kepada semuanya. Semoga bantuan Bapak/Ibu menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya," ungkapnya.

Sekretaris Cabang Muhammadiyah (PCM) Wanareja, Sumardi, mengatakan pengajian adalah ruhnya Muhammadiyah. Sejak Muhammadiyah Wanareja (PCM) lahir tahun 1964, pengajian bulanan menjadi program PCM. Pada periode tahun 2015–2020, pelaksanaan pengajian diubah menjadi bergilir dari ranting ke ranting dengan tujuan sebagai media silaturahmi dan konsolidasi mempererat ukhuwah antaranggota, pimpinan, serta jamaah dari berbagai ranting yang ada untuk memberikan dorongan semangat kepada ranting-ranting dalam pengelolaan kegiatan keagamaan.

Sampaikan terima kasih juga kepada semua pimpinan ranting Muhammadiyah maupun Aisyiyah, KOKAM, PKU Muhammadiyah, marching band IPM, dan tak lupa juga kepada Arif Haryanto, Ketua LSBO, yang jauh-jauh sebelum hari H sudah mempersiapkan diri dengan regu koornya.

“Regu koor luar biasa tanpa mik saja sudah full volume, ini keberhasilan Ketua LSBO dalam melatih atau aslinya suara orang gunung yang menggelegar,” kelakar Sekretaris PCM.

Kepala Desa Malabar, Wanareja, Salim, mengatakan terima kasih kepada Ketua Ranting Muhammadiyah Malabar atas adanya kegiatan nikah dan khitan massal serta pengajian. "Pernikahan massal bagus, agar resmi tercatat di KUA," ucapnya.

Camat Wanareja, Rom Muchdlori, mengungkapkan kebahagiaan bisa hadir di acara pengajian Muhammadiyah di lokasi pegunungan bersama-sama jamaah di Dusun Sindangheula. Dengan hadir di pengajian ini, ada hikmah besar bisa tahu Dusun Sindangheula.

"Saya bertugas di Wanareja sudah 10 bulan, biasanya ke Malabar hanya sampai kantor desa," ucapnya.

Pengajian diisi oleh Ustaz Rahmat Effendi. Dalam tausiahnya, ia menyampaikan, “Baru kali ini di Ranting Malabar Tonggoh (tempat yang lebih tinggi/gunung) Sindangheula, ada pengajian bulanan temanya pernikahan. Biasanya pengajian bulanan masalah akhlak, akidah, ibadah, ieu mah anu ngora dititah mapatahan ka anu kolot (ini yang muda disuruh menasihati/mengajari yang tua),” katanya.

“Surah Ar-Rum ayat 21 sering disebut sebagai ayat pernikahan berisi tentang tanda-tanda kebesaran Allah Swt. dalam menciptakan pasangan hidup bagi manusia. Ada tiga hal yang menjadi fondasi rumah tangga, yaitu sakinah (ketenteraman), mawaddah (cinta yang membara/kasih), rahmah (kasih sayang yang melindungi). Bismillah diniati karena ibadah, prinsip kehidupan rumah tangga ini dijaga jangan terputus,” pungkasnya.

Akhir November nampak mulai masuk musim hujan. Beberapa hari sebelum pelaksanaan, hujan sudah mulai turun. Alhamdulillah, cuaca cerah, pengajian berjalan lancar. (Wasis/Surya)