Respons Menurunnya Minat Generasi Muda ke Masjid

Dok Istimewa
Dok Istimewa

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah — Menjawab tantangan kian menyusutnya kehadiran generasi muda di tempat ibadah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Galur menggelar agenda pengajian rutin takmir masjid se-Kapanewon Galur. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 1 November 2026 di Masjid Al Falah, Kranggan, Galur ini mengangkat tema strategis mengenai upaya dan formula merangkul pemuda agar gemar memakmurkan masjid.

​Pengajian rutin ini merupakan agenda berkesinambungan yang diselenggarakan setiap lapanan dengan sistem tarling  berpindah dari masjid ke masjid di wilayah Kapanewon Galur.

​Perwakilan PCM Galur, Ustad Saswita, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dinamika positif dari penyelenggaraan pengajian selapanan ini. Perkembangan kegiatan dinilai sangat menggembirakan, terlihat dari tingkat kehadiran peserta yang terus meningkat, materi yang selaras dengan kebutuhan riil pengurus masjid, hingga hadirnya rumusan konsep praktis yang dapat langsung diaktualisasikan oleh masing-masing takmir.

​Narasumber dari Divisi Pemberdayaan Masjid dan Pembinaan Jamaah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Yusuf Hanafiah, M.Pd.I., memaparkan data dan pemetaan riil terkait faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda terhadap masjid. Ia menegaskan perlunya perumusan formula baru agar masjid kembali memiliki daya pikat bagi generasi muda.

​Menurut Yusuf Hanafiah, langkah awal yang paling krusial adalah adanya persamaan persepsi di antara pengurus takmir dalam merancang program kerja. Masjid tidak boleh lagi dipandang kaku, melainkan harus hadir sebagai ruang yang inklusif, ramah pemuda, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

​Dalam pemaparannya, dirumuskan sejumlah langkah strategis yang dapat diterapkan oleh pengurus takmir. Langkah tersebut dimulai dari perubahan pendekatan komunikasi takmir agar lebih terbuka dan tidak menghakimi, sehingga anak muda merasa nyaman menjadikan masjid sebagai rumah kedua.

​Selanjutnya, takmir didorong untuk melakukan inovasi program yang relevan dengan minat milenial dan Gen Z, seperti penyelenggaraan diskusi interaktif kekinian, pelatihan keterampilan berbasis digital, hingga kegiatan kemasyarakatan yang menyasar kebutuhan remaja.

​Tak kalah penting, takmir juga harus memberikan kepercayaan dan ruang peran aktif bagi generasi muda. Dengan melibatkan pemuda secara langsung dalam struktur kepengurusan takmir maupun kepanitiaan kegiatan, rasa memiliki (sense of belonging) terhadap keberlangsungan dan kemakmuran masjid akan tumbuh secara alamiah.

​Melalui konsolidasi selapanan ini, PCM Galur berharap seluruh takmir masjid di wilayah Galur memiliki panduan konkrit untuk mengeksekusi program pemberdayaan pemuda di lingkungan masing-masing, demi terwujudnya generasi penerus yang dekat dan mencintai masjid.